Pertanggungjawaban APBD 2024 Disetujui DPRD Kukar, Bupati Aulia Sebut Penguatan PAD Jadi Fokus ke Depan

img

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Kukar. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Rapat Paripurna ke-20 Masa Sidang III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) digelar pada Senin (21/07/2025) dengan agenda laporan Badan Anggaran dan persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.

 

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi atas persetujuan tersebut. Menurutnya, dukungan DPRD terhadap pertanggungjawaban APBD mencerminkan sinergi yang solid antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

 

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan persetujuan bersama terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024. Ini akan segera kami teruskan ke Gubernur untuk dievaluasi dan ditetapkan menjadi Perda,” ujar Bupati Aulia saat diwawancarai awak media usai rapat.

 

Saat disinggung mengenai masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar yang baru mencapai 6,20 %.

 

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh masih tingginya ketergantungan pada Dana Bagi Hasil (DBH), khususnya dari sektor migas dan batu bara yang produksinya kini mulai menurun.

 

“Struktur pendapatan kita memang masih didominasi oleh DBH. Ketika produksi batu bara menurun, tentu berdampak langsung terhadap penerimaan daerah. Karena itu, kita mulai arahkan fokus untuk memperkuat PAD dari sektor lain,” jelasnya.

 

Aulia menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi non-ekstraktif sebagai solusi jangka panjang, seperti pengembangan pariwisata, UMKM, pertanian, hingga penguatan koperasi desa.

 

Ia juga mendorong perusahaan untuk menggunakan pelat kendaraan Kukar sebagai salah satu sumber tambahan PAD.

 

“Kita sudah luncurkan Koperasi Merah Putih. Harapannya bisa memperkuat fiskal desa. Kalau desa mandiri, pemerintah daerah bisa lebih fokus ke penguatan PDRD. Kami juga mendorong barang produksi Kukar bisa menembus pasar ekspor, apalagi sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Balikpapan ke luar negeri,” ujar Bupati.

 

Menurutnya, kunci peningkatan PAD Kukar ke depan hanya dua: menarik orang datang dan membangun jaringan agar produk daerah bisa keluar.

“Kalau orang spending money di sini, perputaran ekonomi akan hidup. Begitu juga kalau barang kita tersebar keluar, nilai tambahnya kembali ke daerah,” pungkasnya. (Adv/Tan).